Minggu , 18 November 2018
Home / Arsip Tag: Tata Busana

Arsip Tag: Tata Busana

Kerjasama MAN 2 Kulon Progo dengan GIZ Jerman

Kulon Progo (MAN 2 Kulon Progo –MANDAKU) . Mendengar  kata GIZ tiap orang  pasti akan penasaran. Apa itu GIZ?   GIZ atau Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit Gmbh   adalah perusahaan internasional milik pemerintah federal Jerman yang beroperasi di berbagai bidang. GIZ umumnya bekerja sama dengan pemerintah suatu negara, lembaga negara, dan sektor swasta. Kantor pusatnya terletak di Bonn dan Eschborn, Jerman. MAN 2 Kulon Progo menjadi salah satu lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Kementerian Agama  RI berkesempatan untuk  menjalin kerjasama internasional dengan GIZ khusus bidang keterampilan.  Pada Rabu (29/8), para ahli Technical And Vocational Education and Training  (TVET) dari GIZ yaitu Dipl. Ing. Rudy Djumali (Senior  Advisor for TVET) dan  W. Wulandari, M.A.(Advisor for TVET) berkunjung ke MAN 2 Kulon Progo. Menurut perwakilan dari GIZ Wulandari, kunjungan  tersebut untuk melihat implementasi pendidikan kejuruan di MAN 2 Kulon Progo yang meliputi APHP (Agribisnis Pengolahan Hasil pertanian, Tata Busana, Tata Boga, DKV (Desain Komunikasi Visual), dan TAV (Teknik Audio Video). Keduanya didampingi kepala madrasah dan guru-guru keterampilan berkeliling melihat ruang workshop, proses, dan hasil produksi siswa-siswi keterampilan. Rudy Djumali Senior Advisor for TVET mempunyai kesan bahwa  pendidikan madrasah khususnya MAN 2 Kuon Progo sangat bagus. ”Ternyata di MAN 2 Kulon Progo memiliki  kejuruan yang hebat. Sesuatu yang diterapkan cocok membantu industri di Indonesia. Sikap kerja madrasah yang  berlandaskan agama dapat dipraktikkan di dunia kerja. Elemen-elemen teaching fakctory sudah ada,” ungkapnya. “Sebagai MA keterampilan harus menerapkan teaching factory yang meliputi tiga konsep yaitu sense of quality (mampu berkualitas), sense of efisiesi ( hemat), dan sense of creativity and inovation serta …

Baca Selengkapnya »

ACDP Support MAN 2 Wates Gali Potensi Kulon Progo

Syahid dan Roderig diskusi dengan alumni keterampilan yang sudah menjadi entrepreneur, Selasa (17/1).

Kulon Progo (MAN 2 Wates). Diskusi dan visitasi madrasah ketrampilan oleh timAnalytical and Capacity Development Partnership (ACDP) di MAN 2 Wates, Selasa (17/1) berjalan sukses. ACDP merupakan sebuah kemitraan untuk Pengembangan Kapasitas dan Analisis Pendidikan yang dibentuk Pemerintah Republik Indonesia (diwakili oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional / BAPPENAS), Pemerintah Australia, Uni Eropa dan Asian Development Bank (ADB). “Incredible!” Itulah satu kata yang diungkapkan Dr. Roderig James Murray, usai berdiskusi dengan 10 alumni keterampilan lulusan tahun 2009 hingga 2016. Alumni yang khusus diundang untuk mengetahui relevansi antara kompetensi program keterampilan dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia industri. Lebih lanjut Vocational Education dari Australia tersebut melalui Dr.Achmad Syahid sebagai penerjemah sekaligus Madrasah Education Specialist, berpesan bahwa orang muslim dimana pun harus menjadi leader baik di bidang ekonomi, maritim, pertanian, dan sebagainya. Hanya orang yang punya motivasi yang bisa mengubah rasa takut. Menurut Syahid, syarat-syarat menjadi MAK (Madrasah Aliyah Keterampilan) untuk sekarang ini MAN 2 Wates sudah cukup, baik dari kompetensi siswa, alumni, maupun guru. Kurikulum dan sarana prasarana sudah didesain dengan baik, mempunyai lahan yang cukup, serta antusiasme yang tinggi. “Hanya perlu ditingkatkan sedikit lagi bukan karena kurang memenuhi standar tetapi untuk bisa menjawab tantangan di luar sana yang jauh lebih tinggi,” imbuhnya. Hal yang menggembirakan di madrasah ini yaitu adanya potensi yang bisa dikembangkan yang bisa menutupi kekurangan yang ada. Potensi tersebut antara lain kepala madrasah mempunyai visi yang baik, guru-guru antusias mengajarnya tinggi, serta anak-anak yang ingin menyongsong masa depan lebih baik, antusias dalam …

Baca Selengkapnya »

MAN 2 Wates Sukses sebagai Pembuka Stan Kemenag Kulon Progo Manunggal Fair 2016

Kulon Progo (MAN 2 Wates). Menjadi madrasah pembuka dalam acara Manunggal Fair 2016 di stan Kankemenag Kulon Progo merupakan suatu kehormatan dan kebanggaaan MAN 2 Wates, Jumat (30/9). Tak lepas hal ini karena MAN 2 Wates sebagai madrasah yang ditunjuk Kemenag Pusat untuk revitalisasi menjadi madrasah keterampilan dan prestasinya sebagai juara II madrasah adiwiyata tingkat provinsi. Sesuai tema yang diusung Manunggal Fair 2016 yakni Mewujudkan Kulon Progo Maju Mandiri dan Sejahtera maka MAN 2 Wates menampilkan hasil karya terbaik siswa dari empat program keterampilan dan adiwiyata. Karya-karya tersebut meliputi Pizgrow (Pizza Growol) dan Pai beraneka rasa yang merupakan brandnya keterampilan TPHP (Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian) MAN 2 Wates. Untuk keterampilan Tata Busana menyajikan kain jumputan, jilbab, dan baju kerja kreasi siswa. Buku tamu bagi pengunjung stan yang didesain dengan menggunakan desktop juga sebagai bentuk kreasi dari keterampilan TI/DKV (Desain Komunikasi Visual). Sedangkan keterampilan elektronika menyajikan pompa air otomatis, game robotik, dan game tes konsentrasi Mr.Bean yang agaknya menjadi daya tarik favorit bagi pengunjung stan. Untuk karya-karya adiwiyata disuguhkan aneka produk handmade seperti bros, pigura, tempat tissue, tas, dll. Hingga hari kedua pelaksanaan pameran, para pelajar dari berbagai SD dan SMP memenuhi stan Kankemenag Kulon Progo – MAN 2 Wates. “Alhamdulillah, MAN 2 Wates kembali bisa ikut berkiprah dalam Manunggal Fair yang diadakan Humas dan TI Pemkab Kulon Progo. Keikutsertaan ini sebagai wujud sebagai bagian dari masyarakat Kulon Progo dan mendukung program-programnya. Selain itu, dengan ikut pameran akan mendekatkan MAN 2 Wates pada masyarakat, agar mereka juga bisa mengenal lebih dekat …

Baca Selengkapnya »