Sabtu , 17 November 2018
Home / Berita / Keterampilan / Tata Busana

Tata Busana

Karnaval MANDAKU Dikemas Berbeda dan Istimewa, Raih Juara

Kulon Progo (MAN 2 Kulon Progo – MANDAKU) . Perayaan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI ini, MAN 2 Kulon Progo (MANDAKU) tampil beda meski tiga tahun terakhir vakum dalam even karnaval.  Dengan mengusung tema “Sukseskan Asian Games 2018 dengan Memupuk Toleransi dan Kebudayaan”, tim karnaval MANDAKU berhasil menyedot perhatian massa, (26/8). Kerja keras mereka pun terbayar, dari 50 peserta baik dari tingkat SD hingga masyarakat umum, MANDAKU meraih juara IV. “Karnaval sebagai media untuk menunjukkan eksistensi MANDAKU  supaya lebih dikenal sebagai madrasah dengan unggulan keterampilan, boarding school, adiwiyata, madrasah ramah anak, dan madrasah literasi. Karnaval juga sebagai media inovasi dan kreativitas siswa selain untuk menghibur masyarakat. Itulah yang  terpenting, dan juara adalah  bonus,” papar Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum. puas melihat hasil kerja kreatif tim karnavalnya. Dalam even tersebut, seluruh keunggulan dikeluarkan. Dari keterampilan TPHP  mempersembahkan pizgrow dan selendang jumputan karya siswa Tata Busana untuk wabup Kulon Progo.  Berbaris di belakangnya sejumlah 15 siswa  mengenakan busana karnaval kupu-kupu raksasa yang terbuat dari kain perca, bungkus snack, sedotan, botol mineral, dan tas kresek. Tiga siswa berbusana adiwiyata pun turut mengiringi diantaranya. Inilah performance berbeda yang  ditunjukkan MAN 2 Kulon Progo hingga pujian pun mengalir dari pewara karnaval saat display di depan rumah dinas bupati Kulon Progo. Disusul   parade ekstrakurikuler atletik seperti pencak silat, kempo, bulutangkis, futsal, hingga basket. Ini sebagai wujud apresiasi dan dukungan MANDAKU pada pelaksanaan Asian Games Jakarta-Palembang dan perjuangan atlet-atlet Indonesia.  Kemudian maskot Garuda Pancasila sebagai lambang kebhinekaan baik dalam perbedaan agama, suku, budaya, dan bahasa. Tarian nusantara yang  selalu …

Baca Selengkapnya »

Kerjasama MAN 2 Kulon Progo dengan GIZ Jerman

Kulon Progo (MAN 2 Kulon Progo –MANDAKU) . Mendengar  kata GIZ tiap orang  pasti akan penasaran. Apa itu GIZ?   GIZ atau Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit Gmbh   adalah perusahaan internasional milik pemerintah federal Jerman yang beroperasi di berbagai bidang. GIZ umumnya bekerja sama dengan pemerintah suatu negara, lembaga negara, dan sektor swasta. Kantor pusatnya terletak di Bonn dan Eschborn, Jerman. MAN 2 Kulon Progo menjadi salah satu lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Kementerian Agama  RI berkesempatan untuk  menjalin kerjasama internasional dengan GIZ khusus bidang keterampilan.  Pada Rabu (29/8), para ahli Technical And Vocational Education and Training  (TVET) dari GIZ yaitu Dipl. Ing. Rudy Djumali (Senior  Advisor for TVET) dan  W. Wulandari, M.A.(Advisor for TVET) berkunjung ke MAN 2 Kulon Progo. Menurut perwakilan dari GIZ Wulandari, kunjungan  tersebut untuk melihat implementasi pendidikan kejuruan di MAN 2 Kulon Progo yang meliputi APHP (Agribisnis Pengolahan Hasil pertanian, Tata Busana, Tata Boga, DKV (Desain Komunikasi Visual), dan TAV (Teknik Audio Video). Keduanya didampingi kepala madrasah dan guru-guru keterampilan berkeliling melihat ruang workshop, proses, dan hasil produksi siswa-siswi keterampilan. Rudy Djumali Senior Advisor for TVET mempunyai kesan bahwa  pendidikan madrasah khususnya MAN 2 Kuon Progo sangat bagus. ”Ternyata di MAN 2 Kulon Progo memiliki  kejuruan yang hebat. Sesuatu yang diterapkan cocok membantu industri di Indonesia. Sikap kerja madrasah yang  berlandaskan agama dapat dipraktikkan di dunia kerja. Elemen-elemen teaching fakctory sudah ada,” ungkapnya. “Sebagai MA keterampilan harus menerapkan teaching factory yang meliputi tiga konsep yaitu sense of quality (mampu berkualitas), sense of efisiesi ( hemat), dan sense of creativity and inovation serta …

Baca Selengkapnya »

ACDP Support MAN 2 Wates Gali Potensi Kulon Progo

Syahid dan Roderig diskusi dengan alumni keterampilan yang sudah menjadi entrepreneur, Selasa (17/1).

Kulon Progo (MAN 2 Wates). Diskusi dan visitasi madrasah ketrampilan oleh timAnalytical and Capacity Development Partnership (ACDP) di MAN 2 Wates, Selasa (17/1) berjalan sukses. ACDP merupakan sebuah kemitraan untuk Pengembangan Kapasitas dan Analisis Pendidikan yang dibentuk Pemerintah Republik Indonesia (diwakili oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional / BAPPENAS), Pemerintah Australia, Uni Eropa dan Asian Development Bank (ADB). “Incredible!” Itulah satu kata yang diungkapkan Dr. Roderig James Murray, usai berdiskusi dengan 10 alumni keterampilan lulusan tahun 2009 hingga 2016. Alumni yang khusus diundang untuk mengetahui relevansi antara kompetensi program keterampilan dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia industri. Lebih lanjut Vocational Education dari Australia tersebut melalui Dr.Achmad Syahid sebagai penerjemah sekaligus Madrasah Education Specialist, berpesan bahwa orang muslim dimana pun harus menjadi leader baik di bidang ekonomi, maritim, pertanian, dan sebagainya. Hanya orang yang punya motivasi yang bisa mengubah rasa takut. Menurut Syahid, syarat-syarat menjadi MAK (Madrasah Aliyah Keterampilan) untuk sekarang ini MAN 2 Wates sudah cukup, baik dari kompetensi siswa, alumni, maupun guru. Kurikulum dan sarana prasarana sudah didesain dengan baik, mempunyai lahan yang cukup, serta antusiasme yang tinggi. “Hanya perlu ditingkatkan sedikit lagi bukan karena kurang memenuhi standar tetapi untuk bisa menjawab tantangan di luar sana yang jauh lebih tinggi,” imbuhnya. Hal yang menggembirakan di madrasah ini yaitu adanya potensi yang bisa dikembangkan yang bisa menutupi kekurangan yang ada. Potensi tersebut antara lain kepala madrasah mempunyai visi yang baik, guru-guru antusias mengajarnya tinggi, serta anak-anak yang ingin menyongsong masa depan lebih baik, antusias dalam …

Baca Selengkapnya »

Terima Delegasi ACDP, Kabag TU Promosikan Keunggulan Madrasah

Kabag TU Lutfi Hamid menyambut kedatangan delegasi ACDP, Selasa (17/1).

Yogyakarta (Inmas) — Selasa (17/1) menjadi hari spesial bagi Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY. Pasalnya instansi yang beralamat di Jalan Sukonandi Nomor 8 Yogyakarta ini mendapat kunjungan delegasi dari Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) /Kemitraan untuk Pengembangan Kapasitas dan Analisis Pendidikan yang dimpimpin Mr. Roderig James Murray dari Australia. ACPD diterima Kakanwil Prof Nizar yang diwakili Kabag TU Muhammad Lutfi Hamid, Kabid Pendidikan Madrasah Edhie Gunawan, dan Kasi pada Bidang Dikmad. Tampak pula sejumlah kepala MAN yang akan dijadikan lokasi pengembangan madrasah yaitu Rahmat Mizan (MAN Tempel), Mardi Santoso (MAN Kalibawang), Abdul Ghofur (MAN Sabdodadi), Ulul Ajib (MAN Godean) dan Anita Isdarmini (MAN 2 Wates). Dihadapan delegasi, Kabag TU Lutfi Hamid menyodorkan sejulah keunggulan madrasah. “Madrasah merupakan lembaga pendidikan yang berbasis agama sehingga mengajarkan nilai-nilai kejujuran, kemandirian dan kebersamaan,” tegasnya di awal sambutan. Menurut Lutfi, segmentasi madrasah memang keluarga menengah ke bawah. “Bagi para orang tua yang mempercayakan putra-putrinya di madrasah punya prinsip yang penting anak menjadi anak saleh, mandiri dan punya manfaat berguna,” imbuh. Sementara itu ketua delegasi ACDP Mr. Rodd, sapaan akrab Roderig James Murray, mengatakan pihaknya tertarik untuk memetakan madrasah agar lebih tepat dalam mengembangkan inovasi kurikulum. “Utamanya tentang madrasah kejuruan agar ada keselarasan dengan kebutuhan industry, ungkapnya. Ada tiga aspek yang harus dicermati madrasah. Mutu, relevansi dan jumlah lulusan,” imbuh Mr. Rodd yang ternyata pensiunan tentara ini. Sementara berdasar laman resminya, ACDP merupakan sebuah fasilitas untuk mempromosikan dialog kebijakan dan memfasilitasi reformasi kelembagaan dalam rangka mendukung prioritas strategis nasional dan meningkatkan kinerja pendidikan. Tujuan dibentuknya …

Baca Selengkapnya »

MAN 2 Wates Sukses sebagai Pembuka Stan Kemenag Kulon Progo Manunggal Fair 2016

Kulon Progo (MAN 2 Wates). Menjadi madrasah pembuka dalam acara Manunggal Fair 2016 di stan Kankemenag Kulon Progo merupakan suatu kehormatan dan kebanggaaan MAN 2 Wates, Jumat (30/9). Tak lepas hal ini karena MAN 2 Wates sebagai madrasah yang ditunjuk Kemenag Pusat untuk revitalisasi menjadi madrasah keterampilan dan prestasinya sebagai juara II madrasah adiwiyata tingkat provinsi. Sesuai tema yang diusung Manunggal Fair 2016 yakni Mewujudkan Kulon Progo Maju Mandiri dan Sejahtera maka MAN 2 Wates menampilkan hasil karya terbaik siswa dari empat program keterampilan dan adiwiyata. Karya-karya tersebut meliputi Pizgrow (Pizza Growol) dan Pai beraneka rasa yang merupakan brandnya keterampilan TPHP (Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian) MAN 2 Wates. Untuk keterampilan Tata Busana menyajikan kain jumputan, jilbab, dan baju kerja kreasi siswa. Buku tamu bagi pengunjung stan yang didesain dengan menggunakan desktop juga sebagai bentuk kreasi dari keterampilan TI/DKV (Desain Komunikasi Visual). Sedangkan keterampilan elektronika menyajikan pompa air otomatis, game robotik, dan game tes konsentrasi Mr.Bean yang agaknya menjadi daya tarik favorit bagi pengunjung stan. Untuk karya-karya adiwiyata disuguhkan aneka produk handmade seperti bros, pigura, tempat tissue, tas, dll. Hingga hari kedua pelaksanaan pameran, para pelajar dari berbagai SD dan SMP memenuhi stan Kankemenag Kulon Progo – MAN 2 Wates. “Alhamdulillah, MAN 2 Wates kembali bisa ikut berkiprah dalam Manunggal Fair yang diadakan Humas dan TI Pemkab Kulon Progo. Keikutsertaan ini sebagai wujud sebagai bagian dari masyarakat Kulon Progo dan mendukung program-programnya. Selain itu, dengan ikut pameran akan mendekatkan MAN 2 Wates pada masyarakat, agar mereka juga bisa mengenal lebih dekat …

Baca Selengkapnya »

Siswa Keterampilan MAN 2 Wates KI ke Sritex dan Intrafood

Kulonprogo (MAN 2 Wates) Sudah menjadi komitmen, sejalan dengan misi sebagai madrasah unggulan keterampilan, Program Keterampilan MAN 2 Wates kembali adakan kunjungan industri bagi kelas XII. Gelombang pertama, dilaksanakan kunjungan industri bagi siswa jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP) dan Tata Busana (TB) Rabu (8/9). Agak berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini kunjungan dilaksanakan di PT Sritex Isman Tbk., perusahaan garmen di Solo, bagi 24 siswa TB. Sedangkan 27 siswa TPHP berkunjung ke PT Intrafood, perusahaan pembuatan minuman instant spesialis jahe. Anita Isdarmini, S.Pd. M.Hum bersama Drs. H. Haryanta (kajur keterampilan) dan 11 guru pendamping keterampilan lainnya mengaku senang dengan penyambutan pihak perusahaan. Anita menyatakan bahwa kunjungan industri berjalan baik, selanjutnya perlu meningkatkan komunikasi semua pihak, termasuk mengajukan proposal sebulan sebelum kunjungan dilaksanakan. “Kedepan, Sritex siap melaksanakan kerjasama, meski MoU yang kita lakukan baru lisan,” kata Anita. Demikian pula yang terjadi di PT Intrafood. Sebagai perusahaan berskala besar, mereka benar-benar welcome dengan kedatangan kafilah MAN 2 Wates. Senada dengan Anita, Amir Maruf, M.A. juga menyatakan tidak sia-sia berkunjung ke Sritex, sebagai salah satu perusahaan garmen yang dipercaya instansi luar negeri seperti instansi Militer AS. Hebatnya lagi, karyawan di Sritex benar-benar dididik untuk memiliki kinerja tinggi dan juga kekompakan, terlihat dari satu unit produksi semangat meneriakkan yel-yel masing-masing. Secara organisasi, karyawan pun mendapat kesempatan untuk berorganisasi dan melaksanakan peringatan hari besar nasional. “Tak sia-sia, kunjungan ini berlanjut dengan akan adanya MoU, salah satunya mempermudah akses siswa MAN 2 Wates untuk menjadi karyawan di sana,” ungkap Amir.Sementara dari kunjungan industri siswa TPHP, …

Baca Selengkapnya »

Membludak, Minat Siswa ke TB MAN 2 Wates

Kulonprogo (MAN 2 Wates). Belum diumumkan, selesai ikuti tes tulis, puluhan siswa telah memadati bengkel Tata Busana (TB), sedianya mengikuti tes wawancara (22/7). Esti Winarni, S.Pd. membagikan kain perca, jarum, dan benang yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana keterampilan siswa dalam menjahit. Kerapian dan keterampilan menjahit terlihat saat mereka menyambung dua perca dan membuat lubang kancing, begitu tutur Esti. Bersama dua rekan di bengkel TB, satu persatu siswa dipanggil untuk wawancara seputar motivasi, latar belakang kondisi siswa, serta keseriusan mereka mengikuti program-program yang diselenggarakan TB. Dari sekian banyak peminat, motivasinya pun bermacam hal. Salah satunya Witarti, siswa asal MTsN Jatimulyo yang memilih keterampilan TB sebab ia melihat peluang usaha jahit yang masih tinggi di daerahnya, dan ia bercita-cita memiliki usaha menjahit sendiri. Menurutnya, dengan mengikuti program keterampilan TB tersebut, akan membuka jalan cita-citanya sebagai wiraswasta yang sukses, bahkan menurutnya ia bisa membuka lapangan pekerjaan dan memiliki karyawan yang dapat menyerap tenaga kerja. Berbagai program istimewa telah disiapkan oleh pengelola bengkel TB, mengingat harapan yang tinggi tersebut. Mulai dari pelatihan dasar jahit, desain, fashion, kunjungan, dan juga program Praktik Industri (PI). Semangat dan dedikasi dari semua lini, merupakan hal utama mewujudkan MAN 2 Wates sebagai MA unggulan keterampilan sebagaimana dicita-citakan bersama. Selain TB, keterampilan TIK, Elektro, dan TPHP (Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian) pun tak kalah. Setelah melaksanakan ujian tulis, dilanjutkan pula dengan mengadakan tes wawancara guna menggali seberapa jauh kesiapan dan minat siswa ikuti program keterampilan tersebut. Dengan keunggulan dan trik masing-masing, setiap jurusan telah bersiap mengantar siswa kelas X bersaing …

Baca Selengkapnya »