Selasa , 25 Februari 2020
Home / Berita / Pemantapan Teknik dan UKT Persaudaraan Shorinji Kempo Digelar di MANDAKU

Pemantapan Teknik dan UKT Persaudaraan Shorinji Kempo Digelar di MANDAKU

Kulon Progo (MAN 2 Kulon Progo-MANDAKU). Di MAN 2 Kulon Progo, Kempo termasuk kegiatan ekstrakurikuler yang diunggulkan. Setiap tahunnya,  cabang ekstra olah raga  ini selalu mencetak prestasi siswa baik di event kabupaten maupun DIY.  Dalam kegiatan Pemantapan Teknik dan UKT (Ujian Kenaikan Tingkat) Persaudaraan Shorinji Kempo ini, Perkemi Kulon Progo  pun memilih MANDAKU sebagai  tempat penyelenggaraan.   “Selain luas dan strategis, fasilitas memadai, siswa maupun alumnus dari madrasah ini mempunyai dedikasi yang tinggi. Selalu ada prestasi yang disumbangkan.” Demikian papar sempai Dwiyani, penanggung jawab penyelenggara kegiatan, (1/9).

Sebagai contoh, hasil terbaik dari kenshi MANDAKU untuk kegiatan Pemantapan Teknik dan UKT menuju Kyu 1 ( sabuk coklat ) adalah Daniel Farhan Hanif kelas XIIA2. Daniel adalah atlet Puslatkab Kulon Progo. Dia juga yang memperkuat tim Kempo kontingen PORDA Kulon Progo yang akan bertanding awal Oktober yang akan datang.

Pemantapan  Teknik dan UKT Persaudaraan Shorinji Kempo Digelar di MANDAKU

Pemantapan  Teknik dan UKT Persaudaraan Shorinji Kempo Digelar di MANDAKU

“Bersyukur, acara berjalan sukses lancar tanpa sesuatu apapun. Pemantapan teknik di setiap kabupaten atau kota di daerah  adalah sebagai salah satu program kerja Pengurus Besar Perkemi dalam peningkatan kualitas seorang kenshi. Dengan tetap menjaga kualitasnya seorang kenshi mampu berlatih dan melatih dimanapun berada.” Demikian ungkap Wakil Ketua Perkemi Kabupaten Kulon Progo, Nurtanto, usai melantik para kenshi berprestasi.

Kegiatan yang digelar selama dua hari (31/8) hingga (1/9) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kenshi (pemain kempo) dalam mempelajari waza atau teknik. Diadakan pula Ujian Kenaikan Tingkat mulai dari menuju Kyu 5, menuju Kyu 4, Menuju Kyu 3. Menuju Kyu 2,  dan menuju kyu 1. Adapun peserta adalah seluruh kenshi dari Kabupaten Kulon Progo dan beberapa kenshi dari  Gunungkidul serta dari  Bantul.

Sebanyak 84 kenshi yang mengikuti UKT dan 26 kenshi yang hanya sebagai peserta saja. Total 110 kenshi memenuhi aula MAN 2 Kulon Progo. Pada kegiatan kali ini,  penguji yang diberikan tugas menguji terdiri dari empat khensi yang sudah mempunyai tingkatan sabuk hitam setidaknya level IV dan V .  Dua diantaranya dari Kulon Progo yakni Nurtanto tingkat Dan V dan Dwiyani  tingkat Dan IV.  Penguji lainnya satu dari Gunung Kidul yakni  Agung Wibowo tingkat Dan IV dan seorang penguji lagi dari Sleman atas nama Troy tingkat Dan IV.

Ada pesan khusus untuk siswa-siswi MANDAKU yakni agar terus meningkatkan kualitas dan jangan hanya puas berlatih di madrasahnya sendiri. Kalian diperbolehkan berlatih di dojo atau tempat latihan di luar madrasah namun dengan tetap mengedepankan koridor sopan santun,  yakni izin kepada koordinator dojo. “Siswa juga mesti lebih kontinu berlatih. Tingkatkan Semangat dalam berlatih agar hasilnya pun terbaik.  Jika mengikuti kejuaraan baik level kabupaten maupun provinsi atau  nasional juga lebih ditingkatkan,” ungkap Dwiyani, sempai yang juga pelatih dan wasit nasional shorinji kempo.

“Bagi seluruh peserta,  diharapkan tidak pernah bosan mengikuti acara-acara pemantapan teknik seperti ini karena manfaatnya sangat besar. Selain meningkatkan mutu kualitas teknik seorang kenshi, kegiatan ini dapat menyambung tali persaudaraan karena bisa berjumpa dengan seluruh kenshi dari beberapa dojo,” begitu pesan Dwiyani di tengah padatnya acara yang digelar. (ast)

         

Ini juga menarik !

VISI MISI

Visi Madrasah Aliyah Negeri 2 Wates “Mewujudkan Insan Yang Berakhlaqul Karimah, Unggul, Terampil, Inovatif, dan …

Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) 2016-2019

         

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *