Minggu , 29 Maret 2020
Home / Agenda / Pengajian MANDAKU; Tiga Syarat Menjadi Guru

Pengajian MANDAKU; Tiga Syarat Menjadi Guru

Kulon Progo (MAN 2 Kulon Progo). Menanggapi mutasi besar-besaran di kalangan guru madrasah  Kita jika sudah merasa nyaman dengan tempat kerja biasanya akan susah move onuntuk itu diperlukan tiga hal jika kita menjadi guru. ” Adanya pengorbanan untuk sesama, penghambaan, dan keikhlasan yang ketiganya diawali dengan niat.” Demikian disampaikan Ustaz  Rujito, S.Ag. M.Pd. Pengasuh Pondok Muhammadiyah Binaussa’adah Galur Kulon Progo dalam Pengajian Keluarga Besar MAN 2 Kulon Progo yang digelar di kediaman Muhammad Latief Fakhruddin, S. Ag., Minggu (25/8).

Lebih lanjut Rujito menjelaskan bahwa dengan pengorbanan akan muncul pengabdian. Jika tidak ada rasa memiliki, pastinya akan merasa malas untuk belajar atau bekerja. Keikhlasan melepas semuanya atas dasar Allah semata juga diperlukan meskipun berat. “Harus ada latihan, ada perjuangan, dan kemudian merawatnya sehingga akan tercipta rasa syukur dan qonaah, juga rezeki yang lebih dan dijaga malaikat. Tentunya jika saat kita pergi diniatkan karena Allah,” imbuhnya.

Pengajian MANDAKU; Tiga Syarat Menjadi Guru

Pengajian MANDAKU; Tiga Syarat Menjadi Guru

Sementara itu, Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum. dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga dari Bapak/Ibu Guru dan Pegawai yang sudah mendukung dalam menjalankan tugas-tugasnya di madrasah. Anita juga menginformasikan bahwa Tim Myres MAN 2 Kulon Progo berhasil lolos untuk menuju kompetisi selanjutnya di Manado.

Kepala madrasah ini juga selalu mengajak bersyukur bahwa tinggal di DIY adalah tempat yang paling nyaman. ” Saya barusan pulang dari Kepulauan Seribu untuk acara studi banding. Dan disana saya bertemu dengan alumni MAN 2 Kulon Progo – dulu MAN 2 Wates- tahun 1998 yang kini ia sudah menjadi kepala KUA. Ia mesti meninggalkan keluarganya selama minimal 2 minggu dalam bertugas. Belum lagi dengan jarak tempuh tempat kerja yang hanya bisa dilalui dengan motor dan perahu kecil.” Kenang kepala madrasah yang selalu gigih memperjuangkan untuk mewujudkan madrasah yang hebat dan bermartabat.

Dalam pengajian tersebut juga diserahkan kenang-kenangan untuk guru yang pindah tugas karena diterima sebagai CPNS di MTs N 4 Kulon Progo.  Diwakili sang suami, Siwi Nurdiani, S.Pd. yang kebetulan juga sedang mengikuti diklat prajabatan, menerima tali kasih tersebut langsung dari kepala madrasah. (ast)

         

Ini juga menarik !

VISI MISI

Visi Madrasah Aliyah Negeri 2 Wates “Mewujudkan Insan Yang Berakhlaqul Karimah, Unggul, Terampil, Inovatif, dan …

MANDAKU; Di Hari Pertama Selalu Punya Cerita

PPDB 2020

  Daftar Sekarang          

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *