Minggu , 18 November 2018
Home / Berita / Tari Kipas Kembar Simbol Pola Kehidupan
Persembahan tari kipas yang dibawakan 26 penari siswa kelas X dengan memanfaatkan kertas daur ulang.
Persembahan tari kipas yang dibawakan 26 penari siswa kelas X dengan memanfaatkan kertas daur ulang.

Tari Kipas Kembar Simbol Pola Kehidupan

Kulon Progo (MAN 2 Kulon Progo-MANDAKU) – Sebanyak 26 penari kelas X MAN 2 Kulon Progo dengan kostum pramuka dilengkapi asesoris berupa kertas daur ulang tampil penuh semangat dan kompak. Iringan musik Jawa yang rancak membelah kesunyian di kaki Bukit Menoreh tepatnya di Dolandeso, Boro, Kalibawang, Kulon Progo. Inilah bentuk kepedulian MAN 2 Kulon Progo terhadap budaya khususnya tarian tradisional melalui PERBHARA (Perkemahan Bhakti Karya Pramuka) XXIV tahun 2017.

Dihadapan Kabid Dikmad dan Kasi Kesiswaan Dikmad Kanwil Kemenag DIY serta Kepala Kankemenag Kabupaten Kulon Progo, tarian ini dipersembahkan untuk membuka acara tersebut. “Dipilih tari Kipas Kembar karena mencerminkan karakter para wanita yang ramah, sopan, patuh, dan hormat kepada laki-laki. Gerakannya juga merupakan simbol siklus dari pola hidup manusia yang senang dan susah selalu silih berganti. Tarian sekaligus sebagai pesan kepada seluruh peserta perkemahan untuk selalu bersemangat menghadapi segala kondisi dengan tetap tidak meninggalkan adat kesopanan,” tutur Anita Isdarmini SPd MHum.

Hal tersebut senada dengan amanat yang disampaikan Drs H Edi Gunawan MPdI bahwa pramuka harus senang, suka menolong, cepat tanggap dalam kondisi apapun. Lebih lanjut Gunawan juga menekankan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan jiwa sosial. “Sebagai pramuka harus bisa menghargai waktu, rajin, dan tertib. Bertanggung jawab terhadap setiap perilakunya, mendasari setiap perbuatan dengan akhlak mulia, serta mampu bekerja sama dengan orang lain karena kita tidak bisa hidup sendiri.”

Beberapa kegiatan yang diagendakan juga tak lepas dari simbol pola kehidupan yang digambarkan dalam tarian tersebut. Misalnya Giat Prestasi praktik PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat) yang mencerminkan jiwa sosial dan bekerja sama dengan orang lain. Giat Prestasi Kotbah dan Ceramah Bahasa Jawa mendidik siswa untuk menghargai budaya dan bahasa serta nilai kesopanan. Outbound dan Yel-Yel untuk mengobarkan semangat menghadapi situasi apapun baik susah maupun senang. Tidak hanya itu, kegiatan Bakti Diri Pramuka yang diisi dengan penanaman sejumlah pohon langka dan tumbuhan lain di sekitar sungai dan area perkemahan juga mencerminkan kepedulian MAN 2 Kulon Progo sebagai madrasah Adiwiyata. (ast)

         

Ini juga menarik !

Matsama MANDAKU 2018

Kulon Progo (MANDAKU) – Jumat, 20/7MAN 2 Kulon Progo menggelar MANDAKU EKSPO. Kegiatan tersebut dilaksanakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *