Minggu , 18 November 2018
Home / Berita / OSIS MANDAKU Harus Berani Jadi Gila dan “Ndobleh”
Alumni MAN 2 Kulon Progo, Khusni dan Nur Aris membakar semangat peserta LDK, Jumat malam (3/3).
Alumni MAN 2 Kulon Progo, Khusni dan Nur Aris membakar semangat peserta LDK, Jumat malam (3/3).

OSIS MANDAKU Harus Berani Jadi Gila dan “Ndobleh”

Kulon Progo (MAN 2 Kulon Progo ex MAN 2 Wates) – Sesi malam di Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS-MPK-Tim Adiwiyata Tahun 2017 yang diadakan dalam sahajanya pedesaan kali ini (3/4), istimewa. Ditambah hadirnya alumni, yakni Nur Aris Eko Budianto dan Kusni Nurohman yang memberikan motivasi dan sharing berbagi pengalaman dalam dunia organisasi. Keduanya yang sekarang telah bergelar sarjana pun tertempa berawal dari kepengurusan OSIS di MAN 2 Kulon Progo.

“Jadi OSIS itu mewajibkan kita untuk gila! sontak pernyataan alumni itu membuat siswa terpana. Gila yang positif tentunya. Selain itu sebagai pengurus OSIS juga sah bahkan wajib punya lambe ndobleh, dalam artian apapun masalah yang dihadapi OSIS haruslah dikomunikasikan, itu kuncinya!” Para peserta LDK mengangguk-angguk mengerti apa yang dimaksud kakak alumni dengan dua pernyataan itu.

Selain itu, kedua alumni pun memberikan tips-tips berorganisasi seperti OSIS haruslah membuat aksi baru dan produk baru, tidak hanya melaksanakan sekadar apa yang sudah ada selama ini. Menurut alumni UAD tersebut, OSIS itu juga harus bisa membawa angin perubahan yang positif. Salah satu indikasi adalah semakin banyaknya piala yang disumbangkan untuk madrasah.

Mereka juga menekankan bahwa setiap kepengurusan pasti dihadapkan pada masalah. Adapun derajat permasalahan, itu sendiri merupakan tempaan agar setiap individu di dalamnya semakin berkualitas. Hal tersebut menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan peserta, berkaitan dengan adanya perbedaan pendapat, negative thinking terhadap rekan organisasi, hingga kendala-kendala yang dihadapi OSIS. “Semua itu ujungnya adalah sharing, komunikasi, dan jangan segan untuk memilih pembimbing yang bijaksana. Selalu konsultasikan segala sesuatu kepada pembina,” demikian pesan Kusni.

Malam LDK juga diisi oleh Budi Santosa, S.Pd. sebagai Pembina OSIS yang menegaskan penyusunan program kerja. Ia pun mengingatkan mengenai cita-citanya agar OSIS itu lebih mandiri, termasuk dalam hal keuangan, dengan memaksimalkan pemberdayaan anggota OSIS. Selain itu juga menekankan bahwa antara OSIS, MPK, dan Tim Adiwiyata itu adalah satu kesatuan yang harus saling bersinergi. Jangan takut untuk mencoba dan berbuat sesuatu. Hebat itu jika kalian berani mencoba dan berhasil. Dan OSIS sebagai sebuah organisasi memiliki hak untuk menentukan program mana yang sekiranya sesuai dengan aspirasi siswa. Begitu papar Budi Santosa.

Tampil sebagai narasumber di sesi malam itu, Kepala Madrasah, Anita Isdarmini, SPd MHum yang menekankan motivasi agar OSIS senantiasa meningkatkan kualitas diri. “OSIS itu teladan, sehingga harus menyatu antara kata dan perbuatan. Anda sebagai orang-orang pilihan yang akan menjadi agen perubahan, dan untuk itu dibutuhkan pengorbanan baik waktu, perasaan, tenaga, pikiran, materi, dan terutama energi,” demikian motivasi leadership yang disampikan Anita. (siw/ast)

         

Ini juga menarik !

Menuju Pesta Demokrasi Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2017/2018

Kulon Progo – MAN 2 Kulon Progo akan menggelar pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *