Sabtu , 17 November 2018
Home / Berita / MGMP Bahasa Indonesia di MANDAKU: Ungkap Rahasia Kenaikan Pangkat
Anita Isdarmini saat mengungkap rahasia kenaikan pangkat di hadapan peserta MGMP bahasa Indonesia, Selasa (31/1).
Anita Isdarmini saat mengungkap rahasia kenaikan pangkat di hadapan peserta MGMP bahasa Indonesia, Selasa (31/1).

MGMP Bahasa Indonesia di MANDAKU: Ungkap Rahasia Kenaikan Pangkat

Kulonprogo (MAN 2 Kulonprogo/MANDAKU-d.h.MAN 2 Wates) – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bahasa Indonesia MA Se-DIY, Selasa (31/1) lalu mengadakan pertemuan di MAN 2 Kulon Progo. Tidak seperti biasa, pertemuan kali ini memang diagendakan di MAN 2 Kulonprogo. “Hal ini sebagai ungkapan rasa bangga dan pengobat rindu dengan teman MGMP kita yang telah sukses menjadi kepala madrasah yang hebat. Kami bisa bertukar informasi dan berbagi ilmu,” ungkap ketua MGMP bahasa Indonesia, Wulan Kurniati SPd MA.

Bertempat di aula, acara dihadiri oleh 35 anggota MGMP. “Meski jauh, teman-teman sangat bersemangat untuk mengikuti pertemuan di MAN 2 Kulonprogo. Terbukti dengan jumlah kehadiran yang lebih banyak dari biasanya. Kami juga mengucapkan terimakasih atas kesediaan meluangkan waktu untuk mengikuti MGMP di MAN 2 Kulon Progo. Semoga pertemuan ini bermanfaat,” paparnya saat membuka acara.

Agenda yang dibahas dalam kegiatan ini yaitu pentingnya penyusunan PAK bagi guru Madrasah Aliyah. Adapun sebagai narasumber yaitu kepala MAN 2 Kulon Progo, Anita Isdarmini SPd M Hum yang sekaligus menjabat sebagai tim penilai PAK Kanwil Kemenag DIY.

Anita menyampaikan bahwa sebagai guru harus mampu menyusun PAK sendiri tanpa menyuruh orang lain karena menyangkut kebutuhan sendiri. Untuk kenaikan pangkat dari IIIc ke IIId guru tidak perlu membuat PTK. Akan tetapi, guru hanya membuat tiga artikel ilmiah saja. Asalkan artikel ilmiah tersebut disusun sesuai ketentuan penyusunan karya ilimiah.

Untuk kenaikan pangkat IVa ke IVb, guru harus membuat satu PTK, tiga artikel ilmiah, dan artikel yang dimuat dalam jurnal. Pembuatan alat peraga yang dikumpulkan harus disertai foto alat peraga, deskripsi pembuatan, diketahui kepala perpustakaan dan ditandatangani kepala madrasah. Selanjutnya alat peraga tersebut harus disimpan di perpustakaan sebagai media pembelajaran agar ada nilai kebermanfaatan.

Ketentuan lain, pembuatan PTK harus disertai soal dan hasil kerja siswa serta foto. Satu siklus dalam sebuah PTK minimal dua kali pertemuan dan harus lebih dari satu siklus. RPP yang dibuat dapat digunakan untuk beberapa kali pertemuan. Silabus pun tidak perlu dilampirkan. Alhasil, PTK cukup ditandatangani kepala madrasah dan diseminarkan minimal dihadiri 15 orang dari tiga instansi atau tiga sekolah.

Selanjutnya dalam kegiatan MGMP, peserta bisa mendapat nilai 0,1 jika tiap pertemuan melampirkan presensi, laporan, dan sertifikat. Sedangkan sebagai narasumber dalam MGMP, mendapat nilai 0,2, dan membuat modul mendapat nilai 2.

Anita juga mengharapkan agar guru madrasah segera menyusun PTK dan kelengkapannya untuk kenaikan pangkat ke jenjang di atasnya. “Bisa itu bukan ditentukan jarak tapi kemauan untuk maju yang melekat pada diri. Selanjutnya untuk mengetahui lebih banyak lagi bisa dibaca dari buku pedoman kenaikan pangkat yang sudah diterbitkan oleh Kemendikbud yaitu Buku 4 dan Buku 5 Final 2016 karena semua mengacu dsri sana,” imbuhnya.

Kegiatan diakhiri dengan pemilihan pengurus MGMP periode 2016 s.d 2018 dan jual beli produk masing-masing madrasah. Dalam kesempatan ini pun keterampilan TPHP MAN 2 Kulonprogo berkesempatan mempromosikan produknya dengan menyajikan snack berupa Pizz Grow, Stik Grow, dan Pie Susu. (est/ast)

         

Ini juga menarik !

Matsama MANDAKU 2018

Kulon Progo (MANDAKU) – Jumat, 20/7MAN 2 Kulon Progo menggelar MANDAKU EKSPO. Kegiatan tersebut dilaksanakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *