Sabtu , 17 November 2018
Home / Berita / ACDP Support MAN 2 Wates Gali Potensi Kulon Progo
Syahid dan Roderig diskusi dengan alumni keterampilan yang sudah menjadi entrepreneur, Selasa (17/1).
Syahid dan Roderig diskusi dengan alumni keterampilan yang sudah menjadi entrepreneur, Selasa (17/1).

ACDP Support MAN 2 Wates Gali Potensi Kulon Progo

Kulon Progo (MAN 2 Wates). Diskusi dan visitasi madrasah ketrampilan oleh timAnalytical and Capacity Development Partnership (ACDP) di MAN 2 Wates, Selasa (17/1) berjalan sukses. ACDP merupakan sebuah kemitraan untuk Pengembangan Kapasitas dan Analisis Pendidikan yang dibentuk Pemerintah Republik Indonesia (diwakili oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional / BAPPENAS), Pemerintah Australia, Uni Eropa dan Asian Development Bank (ADB). “Incredible!” Itulah satu kata yang diungkapkan Dr. Roderig James Murray, usai berdiskusi dengan 10 alumni keterampilan lulusan tahun 2009 hingga 2016. Alumni yang khusus diundang untuk mengetahui relevansi antara kompetensi program keterampilan dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia industri.

Lebih lanjut Vocational Education dari Australia tersebut melalui Dr.Achmad Syahid sebagai penerjemah sekaligus Madrasah Education Specialist, berpesan bahwa orang muslim dimana pun harus menjadi leader baik di bidang ekonomi, maritim, pertanian, dan sebagainya. Hanya orang yang punya motivasi yang bisa mengubah rasa takut.

Menurut Syahid, syarat-syarat menjadi MAK (Madrasah Aliyah Keterampilan) untuk sekarang ini MAN 2 Wates sudah cukup, baik dari kompetensi siswa, alumni, maupun guru. Kurikulum dan sarana prasarana sudah didesain dengan baik, mempunyai lahan yang cukup, serta antusiasme yang tinggi. “Hanya perlu ditingkatkan sedikit lagi bukan karena kurang memenuhi standar tetapi untuk bisa menjawab tantangan di luar sana yang jauh lebih tinggi,” imbuhnya.

Hal yang menggembirakan di madrasah ini yaitu adanya potensi yang bisa dikembangkan yang bisa menutupi kekurangan yang ada. Potensi tersebut antara lain kepala madrasah mempunyai visi yang baik, guru-guru antusias mengajarnya tinggi, serta anak-anak yang ingin menyongsong masa depan lebih baik, antusias dalam belajar, dan mengikuti instruksi guru.

Syahid juga menyarankan beberapa hal agar MAN 2 Wates tetap eksis dan sukses di tahun-tahun mendatang antara lain agar tetap menjaga dan meningkatkan wirausaha-wirausaha yang sudah dilakukan. Mengajak alumni untuk mengembangkan keterampilan dan mengajak user/pengguna yang dari awal diajak berkomunikasi. “Rata-rata orang tua siswa di Kulon progo adalah petani maka madrasah ini harus bisa menjadi jembatan atau pintu masuk untuk meningkatkan kelas sosial ekonomi orang tuanya. Banyak hal yang bisa digali dan dikembangkan dari potensi-potensi yang ada di Kulon Progo seperti growol yang sudah diolah MAN 2 Wates menjadi Pizza Growol (Pizgrow) dan Stik Keju”

Acara diawali diskusi tentang madrasah keterampilan dengan Kabid Dikmad DIY Drs H Edhi Gunawan MPdI, Kasi Pendidik & Tenaga Kependidikan Drs H Suharto, kepala Kemenag Kulon Progo Drs H Nuruddin MA, kepala MAN 1 Kalibawang dan MA Darul Ulum Kulon Progo yang membuka program keterampilan, komite, guru, alumni, dan siswa. Selanjutnya tim ACDP kemudian berkeliling di ruang workshop keterampilan melihat proses dan hasil praktik. Di setiap ruang workshop Syahid selalu bertanya kepada semua siswa masing-masing keterampilan, memberi motivasi, pesan & saran untuk menjadi entrepreneur, dukungan moral dan doa yang disambut antusias pula oleh siswa. Saat mengunjungi laboratorium wirausaha tempat dipasarkannya semua produk keterampilan, Roderig membeli mug bergambar tag line MAN 2 Wates yang diproduksi Keterampilan DKV (Desain Komunikasi Visual). (ast)

         

Ini juga menarik !

PPDB MAN 2 Kulon Progo Tahun Pelajaran 2018/2019

Kulon Progo – Tahun ini, MAN 2 Kulon Progo menerima siswa baru dengan sistem boarding …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *